Tampilkan postingan dengan label Label IPA Bab 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Label IPA Bab 4. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Oktober 2017

ORGAN PENCERNAAN MAKANAN

Salah satu kebutuhan utama makhluk hidup agar mereka bisa bertahan adalah makanan.
Makanan dibutuhkan oleh mahluk hidup sebagai energi, yang mana konsumsi makanan yang disantap akan diuraikan oleh tubuh menjadi sumber energi si manusia itu sendiri agar mereka bisa bertahan hidup. Akan tetapi bukan hanya semata memenuhi kebutuhan energi, konsumsi makanan pada makhluk hidup akan dapat diuraikan oeh tubuh menjadi beberapa komponen penyusun sel dan jaringan, juga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.
Untuk itulah makanan yang dikonsumsi oleh makhluk hidup terutama manusia hendaknya makanan yang memiliki kandungan dan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, vitamin, mineral, lemak dan juga air. Untuk menyerap gizi yang terkadung, makanan perlu dicerna terlebih dahulu. Dalam  pencernaan akan berlangsung proses perubahan makanan dari bentuk yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana yang disebut dengan proses pencernaan makanan.
Sistem pencernaan pada tubuh manusia adalah serangkaian proses yang bekerja mengubah dan memecah molekul makanan dengan bentuk yang masih kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan bantuan enzim dan menyerap sari makanan yang dibutuhkan oleh tubuh si manusia itu sendiri.
Ada beberapa organ yang ikut bekerja dalam proses pencernaan makanan dalam tubuh manusia. Mulai dari organ paling luar hingga keorgan dalam dan berlangsung pada organ inti. Organ luar dari sistem pencernaan dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, pankreas, hati, usus dan bagian terakhir atau bagian pembuangan adalah dibagian anus.
Didalam rongga mulut terdapat gigi, lidah dan kelenjar ludah yang akan membantu manusia untuk mengunyah makanannya menjadi lebih lembut sehingga demikian makanan yang dimakan akan dapat ditelan dan masuk kebagian organ dalam melalui bagian tenggorokan.
Nah untuk membantu pemahaman anda lebih dalam dan lebih jelas seputar sistem pencernaan pada manusia maka mari kita bahas secara lebih dalam topik menarik ini simak dibawah ini.

Pengertian Sistem Pencernaan Pada Manusia

Sistem pencernaan merupakan sistem dalam tubuh yang bekerja untuk memproses dan mengubah makanan serta menyerap sari makanan yang berupa nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu sistem pencernaan juga bekerja untuk memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul-molekul yang sederhana dengan bantuan enzim sehingga mudah dicerna oleh tubuh.
Sama halnya dengan sistem pencernaan pada hewan, sistem pencernaan pada manusia terdiri dari serangkaian organ yang memiliki perannya masing-masing. Adapun serangkaian dari organ-organ tersebut adalah organ luar, dalam dan organ inti seperti yang telah dibahas diatas yakni mulut, lambung, usus dan bagian pembuangan melewati bagian usus untuk membuang zat sisa yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu proses pencernaan pada manusisa teragi kedalam 5 bagian, yakni:

Proses Pencernaan Injesti

Proses pencernaan ini adalah sebuah proses menaruh atau memasukkan makanan dibagian mulut. Proses ini biasanya melibatkan tangan atau dengan menggunakan bantuan alat seperti sendok, garpu, sumpit dan lain sebagainya.
Proses ini dapat dikatakan sebagai proses pencernaan paling awal dimana dibagian ini makanan akan mulai dihaluskan dan dibentuk pada molekul yang lebih sederhana sehingga dapat ditelan dan dimasukkan kedalam tubuh melalui tenggorokan untuk kemudian akan dialirkan kebagian sistem pencernaan dengan perlahan.

Proses Pencernaan Mekanik

Proses pencernaan mekanik adalah sebuah proses mengubah makanan kecil dan lembut. Pada proses ini biasanya organ-organ yang ikut dilibatkan untuk melakukan proses ini diantaranya adalah gigi dan alat bantu lain seperti halnya kerikil pada burung merpati.
Proses ini pada umumnya bertujuan untuk membantu dan mempermudah proses pencernaan kimiawi atau pada proses selanjutnya. Selain itu proses ini dilakukan secara sadar sesuai dengan keinginan kita.

Proses Pencernaan Kimiawi

Proses pencernaan ini merupakan proses dimana makanan yang masih berbentuk pada molekul yang kompleks akan dilembutkan pada proses ini serta dibuat menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana sehingga akan lebih mudah untuk bagian sistem pencernaan dalam untuk memprosesnya.
Proses pecernaan kimiawi dilakukan oleh enzim, asam, 'bile' dan juga air. Proses ini dilakukan secara tidak sadar karena yang mengatur jalannya proses ini adalah enzim. Dengan demikian ketika makanan yang telah masuk kebagian dalam dan diproses maka proses ini tidak akan anda sadari.

Proses Penyerapan

Proses ini adalah gerakan nutrisi dari sistem pencernaan ke sistem sirkulator dan lymphatic capallaries melalui osmosis, transport aktif dan juga difusi.

Proses Penyingkiran/Pembuangan

Proses ini adalah bagian dari proses terakhir dari serangkaian proses pencernaan. Pada proses ini material yang tidak dicerna dari "tract" pencernaan akan dibuang oleh tubuh melalui bagian defekasi. Dengan demikian manusia akan mengalami pembuangan zat sisa melalui buang air besar.
Itulah dia serangkaian organ dalam sistem pencernaan manusia. Semua organ ini akan bekerja dengan silih berganti dan memainkan perannya dengan baik. Akan tetapi terkadang kinerja sistem pencernaan yang terlalu berat dalam mencerna jenis makanan yang keras dan berhaya akan membuat bagian ini mengalami masalah.
Apalagi diperparah dengan tidak adanya kandungan serat pada makanan akan mungkin membuat bagian organ sistem pencernaan mengalami kesulitan mencerna makanan. Akibatnya ketika bagian pencernaan mengalami masalah maka akan pula berpengaruh terhadap kesehatan anda.
Untuk itu maka sebaiknya jaga pola makan anda dan perhatikan jenis makanan dan minuman yang anda konsumsi. Konsumsi buah dan sayur akan dapat melancarkan sistem pencernaan.

Organ Dalam Sistem Pencernaan Manusia

Terdapat beberapa organ yang melibatkan sistem pencernaan pada manusia, termasuk dalam sistem pencernaan yang terbagi kedalam dua kelompok, yakni diantaranya adalah:

Saluran Pencernaan

Saluran pencernaan adalah bagian saluran yang berbentuk serupa dengan tabung yang dikelilingi oleh otot yang membentang. Saluran ini bekerja dengan kontinyu atau terus-menerus. Adapun fungsi dan kinerja dari saluran ini adalah mencerna makanan, memecahnya menjadi bagian yang lebih kecil dan menyerap bagian tersebut menuju pembuluh darah.
Organ-organ yang termasuk didalamnya adalah organ mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus dan usus besar. Dari bagian usus besar makanan akan dibuang keluar dari tubuh dengan memalui anus sebagai organ paling luar dari sistem pencernaan. Melalui organ-organ ini makanan yang dikeluarkan adalah material yang tak lagi dibutuhkan oleh tubuh seperti zat-zat sisa.

Organ Pencernaan Tambahan

Fungsi dari organ pencernaan tambahan ini bekerja untuk mendukung dan membantu saluran pencernaan dalam melakukan kerjanya. Adapun beberapa jenis organ ini diantaranya adalah gigi dan lidah yang terdapat dalam rongga mulut, kantung empedu serta dibagian kelenjar pecernaan yang akan dihubungkan secara langsung ke bagian saluran pencernaan melalui sebuah saluran.
Kelenjar pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang berkontribusi dalam memecah bahan makanan yang dikonsumsi oleh manusia. Gigi, lidah, kantung empedu, beberapa kelenjar pencernaan seperti halnya kelenjar ludah, hati dna juga bagian pankreas.

Bagian-Bagian Sistem Pencernaan Manusia

Terdapat serangkaian organ dalam sistem pencernaan manusia yang tersusun secara berurutan. Dari bagian paling luar yang terbagi kedalam bagian saluran pencernaan pendukung atau tambahan yakni gigi dan lidah, makanan akan masuk dibagian ini dan dipecah kedalam molekul yang lebih lembut sehigga bisa masuk kedalam bagian sistem pencernaan dengan melewati bagian tenggorokan.
Proses pencernaan pada bagian ini akan lebih mungkin dirasakan secara sadar oleh manusia dan bisa dilakukan dibawah sadar manusia sesuai dengan keinginannya. Akan tetapi setelah masuk kedalam tubuh, maka molekul makanan yang masih terbentuk pada molekul yang kompleks akan diproses dan dicerna dibagain dalam sistem pencernaan.
Dalam proses ini enzim mengambil kendali untuk proses yang satu ini. Dengan demikian proses ini mungkin tidak akan anda sadari. Nah, untuk mengetahui seperti apa saja bagian-bagian pada sistem pencernaan manusia, mari simak dibawah ini.
bagian sistem pencernaa
  1. Bagian ini adalah kelenjar ludah (bagian paling luar dari sistem pencernaan manusia sekaligus saluran pencernaan tambahan)
  2. Bagian ini adalah parotis
  3. Bagian ini merupakan submandibularis (letaknya berada dibawah rahang)
  4. Ini adalah sublingualis (letaknya berada dibawah lidah)
  5. Bagian ini adalah rongga mulut (didalamnya termasuk gigi dan lidah)
  6. Bagian ini adalah tonsil (Amandel)
  7. Bagian ini adalah lidah
  8. Bagian ini bernama esofagus
  9. Bagian ini adalah pankreas (bagian dalam sistem pencernaan)
  10. Ini adalah lambung
  11. Bagian ini dinamakan saluran pankreas
  12. Hati
  13. Bagian ini bernama kantung empedu
  14. duodenum
  15. Organ ini dinamakan saluran empedu
  16. Bagian ini bernama kolon
  17. Organ ini namanya kolon transversum
  18. Ini adalah kolon ascenden
  19. Bagian ini dinamakan kolon descenden
  20. Bagian ini diberi nama ileum
  21. Bagian pencernaan ini bernama sekum
  22. Organ pencernaan ini bernama appendiks/Umbai cacing
  23. Bagian ini adalah rektum/Poros usus
  24. Bagian terakhir adalah anus (sekaligus bagian paling akhir dari sistem pencernaan manusia)

Proses Pencernaan Makanan dalam Sistem Pencernaan Manusia

Proses berlangsungnya pencernaan makanan akan bermula dari mulut sebagai bagian terluar dari rangkaian proses pencernaan. Dari bagian inilah makanan atau minuman akan pertama kali masuk kedalam tubuh. Dibagian ini pencernaan mekanik akan dilakukan dengan berlangsungnya proses mengunyah makanan menggunakan gigi dan pencernaan kimiawi dalam waktu yang bersamaan mulai berlangsung menggunakan enzim ptialin (amilase).
Enzim ptialin berfungsi untuk mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat atau yang dalam istilah medis disebut dengan amilum menjadi gula sederhana atau maltosa.
Dalam hal ini maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8 sampai dengan 7 pada suhu antara 37 derajat Celcius.
Proses selanjutnya makanan yang sudah dihaluskan dengan menggunakan gigi dan dikunyah akan dibawa kebagian lambung dengan melalui bagian kerongkongan atau tenggorokan. Dalam hal ini makanan bisa turun kebagian lambung kebawah karena adanya kontraksi otot-otot dibagian kerongkongan.
Dibagian lambung makanan akan melalui proses pencernaan kimiawi menggunakan zat/enzim yang berperan mengontrol proses ini. Adapun beberapa zat yang mengontrol proses ini diantaranya adalah:
  • Renin, bagian ini berfungsi untuk mengendapkan protein yang terdapat pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Pada proses ini zat renin hanya dimiliki oleh bayi karena mereka masih mengkonsumsi ASI dari ibunya.
  • Pepsin, zat ini berfungsi untuk memecah protein menjadi pepton.
  • HCI (Asam Klorida), zat ini berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagian desinfektan, serta untuk merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada bagian usus halus ditubuh manusia.
  • Lipase, zat ini berfungsi untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Akan tetapi dalam tubuh lipase hanya diproduksi dalam jumlah yang kecil.
Setelah makanan yang diproses dibagian lambung yang membutuhkan waktu selama kurang lebih 3-4 jam, makanan tersebut akan mulai dibawa menuju usus dua belas jari. Dibagian tersebut terdapat enzim-enzim berikut yang berasal dari bagain pankreas, diantaranya adalah:
  • Amilase. Enzim ini adalah enzim yang mengibah zat tepung (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa)
  • Lipase. Yakni enzim yang mengubah lemak pada makanan yang masuk kedalam tubuh menjadi gliserol.
  • Tripsinogen. Apabila belum aktif maka enzim ini akan diaktifkan menjadi enzim tripsin, yakni enzim yang mengibat protein dan pepton dari bahan makanan yang masuk kedalam bagian pencernaan menjadi zat dipeptida dan asam amino yang diap diserap oleh usu halus.
Bukan hanya itu dari bagian ini terdapat pula empedu. Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung didalam kantung empedu. Untuk selanjutnya, empedu ini akan disalurkan kedalam usus melalui saluran empedu ke usus dua belas jari.
Bagian empedu mengadung garam-garam empedu dan zat warna empedu yang dinamakan dengan bilirubin. Dalam hal ini garam-garam yang terkandung pada empedu memiliki fungsi untuk mengemulsikan lemak. Zat warna empedu memberikan ciri warna cokelat pada fases.
Dari bagian ini selanjutnya makanan akan dibawa menuju bagian usus halus. Dibagian ini terjadi proses pencernaan kimiawi yang melibatkan berbagai enzim pencernaan. Selanjutnya proses akan dilanjutkan pada proses penyerapan (absorbsi) yang berlangsung di usus kosong da sebagian besar usus penyerap.
Untuk makanan yang tidak dicerna oleh usus halus, misalnya seperti jenis selulosa bersama dengan lendir bagian ini akan maju kebagian usus besar menjadi feses. Didalam usus besar terdapat bakteri yang dinamakan dengan Escherichia coli. Bakteri ini bekerja dalam membantu proses pembusukan sisa makanan menjadi feses. Selain bekerja untuk membusukan sisa makanan, bateri E.coli juga dapat menghasilkan vitamin K. Vitamin ini akan dapat berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sisa makanan dalam usus besar masuk banyak mengadung air.
Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air akan diserap kembali ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari bagian usus besar. Selanjutnya sisa-sisa makanan akan dibuang melalui bagian anus berupa fases. Proses ini dinamakan dengan proses defekasi dan dilakukan dengan sadar oleh manusia.
Ada cukup banyak masalah yang seringkali menyerang bagian ini. Salah satu masalah yang sering menyerang bagian system pencernaan selain disebabkan oleh virus dan bakteri, masalah yang seringkali muncul datang dari si manusia itu sendiri.
Dalam hal ini biasanya gaya hidup seringkali mempengaruhi bagian pencernaan mengalami masalah. Seperti halnya dengan kurang selektif dalam memilih makanan. Konsumsi makanan pedas dan keras akan menyebabkan bagian ini mengalami masalah.
Selain itu mendukung system pencernaan agar dapat berjalan dengan lancar memproses makanan yang dikonsumsi. Maka bantulah dengan konsumsi sayur dan buah yang memiliki kandungan serat yang tinggi.

MINERAL

Pengertian Mineral

Mineral ialah zat gizi yang dibutuhkan manusia guna mendukung proses tumbuh serta berkembang oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit atau kecil. Mineral mempunyai komposisi unsur murni dan juga garam sederhana yang sangat kompleks dengan beberapa jenis bentuk hingga ribuan bentuk. Dalam mendefinisikan arti mineral, ada banyak sekali tergantung dari mana memandang pengertian dari mineral itu sendiri, dapat dari ilmu farmasi atau ilmu geologi.

Pengertian mineral dari sudut pandang ilmu geologi merupakan suatu benda yang dibentuk dengan melalui proses dari alam dan pada umumnya bentuknya padat serta tersusun dari beberapa kandungan kimia. Ilmu yang mempelajari hal-hal tentang mineral adalah miteralogi

Mineral merupakan sebuah substansi anorganik yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang kecil guna berbagai fungsi tubuh. Vitamin berbeda dengan mineral, hal ini karena vitamin merupakan senyawa yang terdiri dari berbagai unsur seperti : karbon, hidrogen, oksigen.

Pengertian MineralMineral merupakan unsur kimia individu. Mineral tidak dapat rusak. Kandungan mineral dari berbagai jenis makanan biasanya disebut “abu”, hal ini karena mineral ialah produk yang tersisa dari makanan setelah seluruh makanan tersebut dihancurkan pada suhu yang tinggi atau didegradasi oleh bahan kimia. Pada tubuh manusia, mineral membentuk sekitar 4 persen dari berat badan orang dewasa. Berikut fungsi mineral.





Fungsi Mineral

Fungsi Mineral
Kebutuhan setiap orang akan mineral bervariasi dan berbeda-beda tergantung pada umur, kesehatan, jenis kelamin, serta kondisi fisiologis seperti kehamilan. Mineral mempunyai nilai biologis yang cukup penting guna mempertahankan fungsi fisiologis dan struktural, mencegah defisiensi, serta mencegah turunnya kondisi kesehatan. Berikut fungsi mineral : 


  • Membantu serta menjaga kesehatan otot, jantung, dan juga saraf.
  • Mengatur tekanan osmotik dalam tubuh.
  • Menghasilkan berbagai jenis enzim.
  • Memelihara, mengeraskan, dan mengendalikan tulang serta proses faal dalam tubuh.
  • Sebagai katalis terhadap berbagai proses biokimia yang terjadi dalam tubuh.
  • Kontraksi pada otot serta respon saraf.
  • Pembentukan struktur jaringan lunak dan keras, dalam kerja sistem enzim.
  • Membantu dalam pembuatan antibodi.
  • Menjaga keseimbangan air dan asam basa dalam darah.
  • Menyusun kerangka tubuh, otot, serta gigi.
  • Sebagai aktivator yang berperan dalam enzim dan hormon.
  • Menjaga kesehatan tulang.
  • Menjaga fungsi otak.
  • Mencegah nyeri otot.
  • Berperan dalam proses pembangunan sel.
  • Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

  • Jenis Mineral

    Jenis Mineral

    Berdasarkan takaran mineral jumlah kebutuhan dalam per hari, mineral dapat dibagi menjadi 3 jenis, antara lain : 
    1. Major Minerals
    2. Major Minerals atau mineral utama ialah mineral yang dibutuhkannya dalam jumlah yang cukup banyak yaitu sekitar lebih dari 100 mg termasuk diantaranya magnesium, kalsium, kalium, fosfor, sulfur, natrium, dan klorida.
    3. Trace Minerals
    4. Trace Minerals dibutuhkan pada tingkat sekitar kurang dari 100 mg per hari. Terdapat 9 jenis mineral yang termasuk dalam kategori ini, antara lain : zat besi, fluoride, mangan, seng, yodium, selenium, tembaga, molibdenum, dan kromium.
    5. Ultratrace Minerals
    6. Ultratrace Minerals ialah mineral yang ditemukan pada tubuh manusia, namun jumlah kebutuhan mineral jenis ini tidak diketahui. Ini termasuk arsenik, nikel, silikon, boron, serta vanadium.


    Mineral Yang Dibutuhkan Tubuh

    Mineral Yang Dibutuhkan Tubuh
    1. Kalsium
    2. Kalsium merupakan salah satu mineral yang sangat penting serta yang paling banyak dibutuhkan oleh tubuh manusia. Kalsium berfungsi untuk membantu dalam pembentukan tulang dan gigi serta juga diperlukan dalam proses pembekuan darah, transmisi sinyal sel saraf, serta kontraksi otot. Kalsium dapat membantu mencegah osteoporosis dan kekurangan kalsium dapat menyebabkan osteoporosis. Dari semua kalsium yang terdapat pada tubuh manusia, 99 persen terletak di tulang dan gigi. Kalsium juga berperan guna menurunkan tekanan darah serta juga terbukti dalam mengurangi resiko penyakit kardiovaskuler yang terjadi pada wanita.
    3. Fosfor
    4. Fosfor merupakan mineral yang sering ditemukan dalam berbagai jenis makanan termasuk produk dari olahan susu dan daging. Fosfor sangat penting guna membuat tulang dan gigi menjadi kuat dan menjaga kesehatan fungsi saraf. Fosfor adalah bagian dari kerangka struktural molekul biologis contohnya DNA dan RNA. Sel-sel hidup juga memakai fosfor dalam transportasi seluler.
    5. Potasium
    6. Potasium merupakan mineral yang membantu dalam mengatur fungsi kerja jantung, tekanan darah, serta saraf, dan aktivitas kerja otot.
    7. Sodium
    8. Sodium merupakan elemen dan juga komponen elektrolit serta garam yang membantu dalam mengatur keseimbangan cairan sel.
    9. Zat besi
    10. Zat besi ialah sebuah trace element yang penting dan dibutuhkan dalam produksi hemoglobin, komponen sel darah merah yang kemudian membawa oksigen kepada seluruh tubuh. Orang yang kekurangan zat besi akan mudah merasa lelah, hal ini karena tubuh mereka kelaparan oksigen. Besi merupakan bagian dari mioglobin, yang berfungsi untuk membantu menyimpan oksigen di otot.
    11. Magnesium
    12. Magnesium merupakan logam putih yang lentur yang cukup permanen di udara kering namun berkarat apabila di udara lembab. Ion magnesium penting bagi semua sel makhluk hidup. Sekitar lebih dari 300 enzim memerlukan ion magnesium. Magnesium diperlukan karena digunakan dalam pembentukan protein, tulang, sel-sel baru, mengaktifkan vitamin B, asam lemak, merelaksasi otot, membekukan darah, serta membentuk adenosin trifosfat atau ATP. Produksi dan juga penggunaan insulin membutuhkan magnesium.
    13. Natrium
    14. Natrium merupakan mineral yang ditemukan pada tubuh manusia dan dalam berbagai jenis makanan. Natrium adalah nutrisi yang sangat penting dalam mempertahankan volume darah, mengatur keseimbangan air dalam tiap sel, serta menjaga fungsi saraf.


    Absorpsi dan juga Penyimpanan Mineral dalam Tubuh Manusia
    Makanan dapat memberikan tubuh untuk mendapatkan banyak pasokan mineral, namun manusia hanya dapat menyerap serta menggunakan mineral tersebut secara bervariasi. Bioavailabilitas mineral tergantung terhadapt banyak faktor, termasuk diantaranya banyak komponen nonmineral makanan. Jenis kelamin, status gizi, usia, variabel genetik, serta asupan dapat mempengaruhi dalam penyerapan mineral dan bioavailabilitas.

    Banyak juga berbagai jenis resep obat yang merugikan dalam prosespenyerapan mineral. Komponen serat, seperti asam fitat serta oksalat asam, dapat membatasi penyerapan beberapa mineral dengan cara mengikat mineral tersebut sehingga tidak dapat untuk diserap. Misalnya pada bayam yang memiliki kandungan yang banyak akan kalsium, namun hanya sekitar 5 persen saja kalsium yang dapat diserap daripada bioavailabilitas kalsium yang terdapat pada makanan lain yang mencapai 5 persen. Hal tersebut karena disebabkan konsentrasi tinggi pada asam oksalat dalam bayam tersebut.

    Asupan tinggi serat yang melebihi rekomendasi yaitu 25 g pada wanita dewasa dan 38 g pada laki-laki dewasa per harinya dapat mengurangi penyerapan zinc, zat besi, dan berbagai macam jenis mineral lainnya.

    Banyak mineral, seperti zat besi, magnesium, kalsium, serta tembaga yang mempunyai ukuran dan muatan listrik yang sama yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya kompetisi satu sama lain untuk penyerapan. Kelebihan salah satu mineral menurun penyerapan serta metabolisme mineral yang lainnya. Misalnya, asupan zinc berlebihan dapat menurunkan penyerapan tembaga.

    Di sisi lain, berbagabi interaksi yang terjadi antara vitamin dan mineral yang bermanfaat terjadi pada saat penyerapan gizi dan juga metabolisme. Zat besi yang apabila dikonsumsi bersamaan dengan vitamin C dapat meningkatkan penyerapan. Bentuk aktif vitamin D dapat meningkatkan penyerapan kalsium. Banyak vitamin yang membutuhkan mineral tertentu guna bertindak sebagai komponen dalam struktur dan fungsinya masing-masing. Sebagai contoh, tanpa mangan atau magnesiumn, koenzim thiamin tidak mampu untuk berfungsi secara efisien.

    Mineral yang berasal dari berbagai jenis produk hewani lebih baik diserap dibandingkan mineral dari nabati. Seperti halnya pada vitamin, mayoritas semua mineral diserap di usus kecil. Sejumlah kecil juga dapat diserap dalam perut serta beberapa jenis natrium dan kalium dapat diserap dalam usus besar. Setelah mineral-mineral tersebut diserap, beberapa akan mengalir secara bebas pada aliran darah, namun banyak juga yang dibawa oleh protein transpor khusus kepada bagian yang membutuhkan atau ke tempat penyimpanan.

    Kalsium merupakan jenis mineral yang melakukan perjalanan sebagai ion pada darah atau terikat dengan protein darah dan dapat disebut sebagai albumin. Besi mempunyai efek merusak dalam bentuk yang tidak terikat, sehingga pada saat diangkut terikat dengan protein, seperti transferin.

    Mineral dapat disimpan dalam berbagai jaringan pada seluruh tubuh manusia. Beberapa jenis mineral perlu tetap dalam aliran darah guna menjaga keseimbangan dan juga fungsi cairan tubuh. Mineral yang lainnya, seperti kalsium, magnesium, fluoride, dan fosfor disimpan dalam tulang. Seng, tembaga, besi dan banyak jenis trace mineral yang disimpan dalam hati. Sementara itu jenis mineral yang lainnya disimpan dalam jaringan otot, kelenjar, atau di organ.

    Keracunan MineralKeracunan Mineral
    Asupan mineral yang terlalu banyak terlebih zat besi dan tembaga mempunyai efek yang beracun. Sehingga konsumsi suplemen terutama suplemen trace mineral dapat berpotensi toksisitas. Oleh sebab itu perlu diperhatikan jumlah mineral yang terkandung dalam suplemen. Potensi toksisitas akan semakin meningkat apabila mengkonsumsi mineral dari suplemen serta makanan sehingga asupan mineral dapat berlebihan. Selain itu ada juga jenis mineral yang mempunyai efek toksisitas dan menjadi cemaran pada beberapa produk makanan seperti logam aktif yaitu timbal.

    sumber : http://woocara.blogspot.com/2015/10/pengertian-mineral-fungsi-mineral.html#ixzz4uPKelvkU


    sumber : https://www.youtube.com/watch?v=RcV6yNvv6bg

    AIR

    Pengertian air adalah senyawa kimia yang merupakan hasil ikatan dari unsur hidrogen (H2) yang bersenyawa dengan unsur oksigen (O) dalam hal ini membentuk senyawa H2O. Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Hal ini terutama untuk mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh manusia itu sendiri.


    Hasil gambar untuk pengertian air




    Pengertian Air

    Kehilangan air untuk 15% dari berat badan dapat mengakibatkan kematian yang diakibatkan oleh dehidrasi. Karenanya orang dewasa perlu meminum minimal sebanyak 1,5 – 2 liter air sehari untuk keseimbangan dalam tubuh dan membantu proses metabolisme.
    Di dalam tubuh manusia, air diperlukan untuk transportasi zat – zat makanan dalam bentuk larutan dan melarutkan berbagai jenis zat yang diperlukan tubuh. Misalnya untuk melarutkan oksigen sebelum memasuki pembuluh-pembuluh darah yang ada disekitar alveoli.

    Pengertian Air Bersih dan Air Minum

    Berdasarkan Permenkes RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang syarat-syarat pengawasan kualitas air, air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat dan dapat diminum langsung. Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitsanya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak.

    Sumber Air di Alam


    Sumber air di alam terdiri atas air laut, air atmosfir (air metereologik), air permukaan, dan air tanah.
    1. Air Laut
    Air laut mempunyai sifat asin, karena mengandung garam NaCl. Kadar garam NaCl dalam air laut tidak memenuhi syarat untuk air minum.

    2. Air Atmosfir, Air Meteriologik
    Dalam kehidupan sehari-hari air ini dikenal sebagai air hujan. Dapat terjadi pengotoran dengan adanya pengotoran udara yang disebabkan oleh kotoran – kotoran industri/debu dan lain sebagainya tatapi dalam keadaan murni sangat bersih, Sehingga untuk menjadikan air hujan sebagai sumber air minum hendaknya tidak menampung air hujan pada saat hujan baru turun, karena masih mengandung banyak kotoran.
    Selain itu air hujan memiliki sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir, sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi (karatan). Disamping itu air hujan ini mempunyai sifat lunak sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun.
    3. Air Permukaan
    Menurut Chandra (2006) dalam buku Pengantar Kesehatan Lingkungan, pengertian air permukaan merupakan salah satu sumber penting bahan baku air bersih. Faktor-faktor yang harus diperhatikan, antara lain :
    a.    Mutu atau kualitas baku
    b.    Jumlah atau kuantitasnya
    c.    Kontinuitasnya
    Air permukaan seringkali merupakan sumber air yang paling tercemar, baik karena kegiatan manusia, fauna, flora, dan zat-zat lainnya. Air permukaan meliputi:
    a. Air Sungai
    Air sungai memiliki derajat pengotoran yang tinggi sekali. Hal ini karena selama pengalirannnya mendapat pengotoran, misalnya oleh lumpur, batang-batang kayu, daun-daun, kotoran industri kota dan sebagainya. Oleh karena itu dalam penggunaannya sebagai air minum haruslah mengalami suatu pengolahan yang sempurna.
    b. Air Rawa
    Kebanyakan air rawa berwarna kuning coklat yang disebabkan oleh adanya zat-zat organis yang telah membusuk, misalnya asam humus yang larut dalam air. Dengan adanya pembusukan kadar zat organis yang tinggi tersebut, maka umumnya kadar mangan (Mn) akan tinggi pula dan dalam keadaan kelarutan O2 kurang sekali (anaerob), maka unsur-unsur mangan (Mn) ini akan larut.
    4. Air Tanah
    Menurut Chandra (2006) dalam buku Pengantar Kesehatan lingkungan, pengertian air tanah merupakan sebagian air hujan yang mencapai permukaan bumi dan menyerap ke dalam lapisan tanah dan menjadi air tanah. Sebelum mencapai lapisan tempat air tanah, air hujan akan menembus beberapa lapisan tanah dan menyebabkan terjadinya kesadahan pada air.
    Kesadahan pada air ini akan menyebabkan air mengandung zat-zat mineral dalam konsentrasi. Zat-zat mineral tersebut antara lain kalsium, magnesium, dan logam berat seperti besi dan mangan.
    a. Air Tanah Dangkal
    Air tanah dangkal terjadi karena daya proses peresapan air dari permukaan tanah. Lumpur akan tertahan, demikian pula dengan sebagian bakteri, sehingga air tanah akan jernih tetapi lebih banyak mengandung zat kimia (garam-garam yang terlarut) karena melalui lapisan tanah yang mempunyai unsur-unsur kimia tertentu untuk masing-masing lapisan tanah. Lapisan tanah di sini berfungsi sebagai saringan.
    Disamping penyaringan, pengotoran juga masih terus berlangsung, terutama pada muka air yang dekat dengan muka tanah, setelah menemui lapisan rapat air, air yang akan terkumpul merupakan air tanah dangkal dimana air tanah ini dimanfaatkan untuk sumber air minum melaui sumur-sumur dangkal.
    b. Air Tanah Dalam
    Air tanah dalam dikenal juga dengan air artesis. Air ini terdapat diantara dua lapisan kedap air. Lapisan diantara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer. Lapisan tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak, secara alami air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut mata air artesis.
    Pengambilan air tanah dalam, tak semudah pada air tanah dangkal. Dalam hal ini harus digunakan bor dan memasukkan pipa kedalamnya sehingga dalam suatu kedalaman (biasanya antara 100-300 m) akan didapatkan suatu lapis air.
    Jika tekanan air tanah ini besar, maka air dapat menyembur ke luar dan dalam keadaan ini, sumur ini disebut dengan sumur artesis. Jika air tidak dapat ke luar dengan sendirinya, maka digunakan pompa untuk membantu pengeluaran air tanah dalam ini.
    c. Mata Air
    Mata air merupakan air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah. Mata air yang berasal dari tanah dalam, hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas/kuantitasnya sama dengan keadaan air dalam. Berdasarkan keluarnya (munculnya ke permukaan tanah) mata air dapat dibedakan atas :
    • Mata Air Rembesan, yaitu mata air yang airnya keluar dari lereng-lereng,
    • Umbul, yaitu mata air dimana airnya keluar ke permukaan pada suatu dataran.
    Air merupakan kebutuhan yang sangat mendasar di dalam kehidupan setiap organisme. Dengan mengetahui pengertian air yang sebenarnya, memiliki banyak manfaat seperti manfaat dalam menentukan air yang baik dan bisa digunakan dalam kehidupan, terlebih air yang dapat di konsumsi.

    sumber : http://www.belajarbagus.net/2015/03/pengertian-air.html


    sumber : https://www.youtube.com/watch?v=tXKb7QfJlds

    PROTEIN

    Kata Protein merupakan berasal dari yunani yaitu "Proteios" yang artinya "utama". Berarti dari istilah itu protein sangat penting dalam kehidupan manusia. Protein adalah suatu jaringan yang panjang yang terdiri atas beberapa molekul asam amino yang terikat seperti kereta api. Asam amino ialah bahan dasar dari protein. Protein menyusun kurang lebih 50% dari berat kering manusia. Protein juga bukan hanya sekedar bahan simpanan atau bahan struktural, seperti karbohidrat dan lemak, tetapi memiliki peran penting dalam kehidupan. Dari struktur kimianya, protein ialah makro molekul yang terdiri dari satu polimer atau bisa lebih . Setiap polimer terdiri dari monomer.

    Pengertian Protein

    Protein ialah sebuah senyawa organik yang komplek berbobot molekul besar yang terdiri darisuatu asam amino yang dihubungkan dengan satu sama lain dengan suatu ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. 

    Protein sangat berperan penting dalam pembentukan struktur, fungsi, regulasi sel-sel makhluk hidup dan virus. Protein juga bekerja sebagai neurotransmiter dan pembawa oksigen dalam darah (hemoglobin). Protein berguna sebagai sumber energi tubuh.

    Jenis-jenis Protein

    1.Protein Sempurna
    Protein sempurna ialah suatu protein yang mengandung asam-asam amino lengkap,baik macam maupun jumlahnya.


    Contohnya : kasein pada susu dan albumin pada putih telur. yang Pada umumnya protein hewan ialah Protein Sempurna

    2.Protein Kurang Sempurna
    Protein kurang sempurna ialah suatu protein yang mengandung suatu asam amino lengkap, akan tetapi beberapa diantaranya berjumlah sedikit.Protein yang satu ini tidak dapat mencukupi suatu kebutuhan pertumbuhan,Tetapi hanya dapat mempertahankan sebuah kebutuhan jaringan yang sudah ada.   


    Contohnya : sebuah Protein lagumin pada tumbuhan kacang-kacangan dan Gliadin pada gandum.

    3.Protein Tidak Sempurna
    Protein tidak sempurna ialah suatu protein yang tidak mengandung atau sangat sedikit mengandung sebuah asam amino esensial.Protein yang satu ini tidak dapat mencukupi dalampertumbuhan dan mempertahankan kehidupan yang telah ada. 


    Contohnya :Zein pada jagung dan beberapa protein yang berasal dari tumbuhan.

    Struktur Protein

    1. Struktur Primer
    Struktur primer ialah pada protein berupa 1 rantai polipeptida yang merupakan suatu rangkaian asam amino dengan suatu urutan tertentu. Susunan yang satu ini menentukan suatu sifat dasar dari berbagai protein dan secara umum untuk menentukan bentuk struktur sekunder dan tersier.

    2. Struktur Sekunder
    Struktur sekunder ialah sebuah struktur pada protein yang berupa susunan dari dua/ lebih struktur primer, yang dapat membentuk heliks (alpha helix) dan lembaran (beta sheet). Struktur sekunder ini terjadi karena adanya suatu gaya dispersi atau ikatan hidrogen.

    3. Struktur Tersier
    Struktur tersier ialah suatu struktur tersier pada protein yang terbentuk dari gabungan beberapa macam struktur sekunder yang berbeda dan membentuk lipatan atau gulungan. Hal ini terjadi karena adanya suatu ikatan hidrogen, ikatan garam, interaksi hidrofobik, dan suatu ikatan disulfida.

    4. Struktur Kuartener
    Struktur primer ialah suatu struktur, sekunder, dan tersier yang umumnya hanya melibatkan satu rantai polipeptida. Namun, bila struktur yang satu ini melibatkan beberapa polipeptida dalam membentuk suatu protein, maka dari itu disebut dengan struktur kuartener. Pada umumnya suatu ikatan-ikatan yang terjadi sampai terbentuknya suatu protein sama dengan suatu ikatan-ikatan yang terjadi pada struktur tersier.

    Sifat-Sifat Protein

    1. DenaturasiDenaturasi ialah salah satu Sifat protein yang ditandai dengan terjadinya suatu proses perubahan konfigurasi susunan suatu molekul dari protein. Perubahan konfigurasi tersebut kemudian akan merubah struktur baik itu sekunder, tersier dan kuarter protein. Namun harus digarisbawahi, perubahan-perubahan susunan tersebut sama sekali tidak merubah susunan suatu ikatan peptide dari protein. Sifat denaturasi protein ini bisa terjadi karena beberapa hal di antaranya suhu panas yang memutuskan suatu ikatan hidrogennya, adanya suatu asam basa yang memutus jembatan garam pada struktur tersier senyawa protein, adanya logam berat yang kemudian akan membentuk protein logam yang tidak bisa dilarutkan.

    2. Koagulasi
    Koagulasi yaitu salah satu Sifat protein yang ditandai dengan adanya suatu penggumpalan partikel koloid yang sebagai akibat penambahan senyawa kimia yang pada akhirnya menyebabkan suatu partikel menjadi netral dan akhirnya membentuk suatu endapan akibat gaya grafitasi. Koagulasi ini terjadi karena adanya beberapa hal seperti pemanasan (contohnya: darah), dalam pengadukan (contohnya: tepung kanji), dan dalam pendinginan (contohnya: agar-agar).

    3. Browning
    Browning ialah salah satu Sifat protein yang ditandai dengan terjadinya suatu perubahan warna menjadi coklat. Hal ini merupakan suatu reaksi pencoklatan enzimatis serta non enzimatis. Contohnya  pencoklatan enximatis yang terlihat pada buah-buah dan juga sayuran yang mengandung suatu zat fenolik. Sementara itu, contoh untuk pencoklatan non enzimatis yaitu ada pada karamelisasi gula.  


    Fungsi-Fungsi Protein

    • Untuk mensintesis sebuah substansi-substansi yang penting seperti hormon, enzim, antibodi, dan kromosom.
    • Untuk mendorong suatu pertumbuhan, perbaikan, dan pemeliharaan struktur tubuh, yang dimulai dari sel, jaringan, hingga organ.
    • Untuk memacu dan berpartisipasi dalam berbagai suatu reaksi kimia dan biologis (biokatalisator).
    • Untuk menyeimbangkan suatu cairan dalam tubuh (asam-basa) karena memiliki sifat amfoter (dapat bersifat asam atau basa).
    • Untuk sebagai suatu sistem buffer (penyangga pH) yang efektif.
    • Untuk menyediakan suatu energi.
    • Untuk membantu mengatur kemampuan suatu tubuh mendetoksifikasi (menawar racun) zat-zat angin.

    Sumber-Sumber Protein

    • Sumber protein yang pertama dari hewani yang antara lain : daging merah, daging unggas, susu, telur, dan ikan.
    • Sumber protein yang kedua yaitu nabati yang antara lain : berbagai jenis kacang-kacangan, biji bunga matahari, jintan, dan biji labu.

    Manfaat Protein

    • Protein sangat cocok untuk sumber energi. Hal ini dikarenakan setiap gram protein akan menghasilkan 4,1 kalori yang dibutuhkan dalam tubuh kita.
    • Untuk mengatur metabolisme tubuh
    • Suatu asupan energi utama dalam diet rendah gula.
    • Menjaga suatu keseimbangan antara asam basa serta suatu cairan tubuh.
    • Menjaga stabilitas pH cairan tubuh.
    • Protein juga bahan dalam sintesis substansi seperti hormon, zat antibodi, serta organel sel lainnya
    • Protein dapat membantu sebuah proses pertumbuhan terutama pada anak-anak dan remaja, hal ini dikarenakan sel-sel tubuh akan mendapatkan sebuah asupan zat pembangun.
    • Untuk membantu kerja tubuh untuk menetralkan suatu zat-zat asing yang masuk dalam tubuh.
    sumber : http://www.seputarilmu.com/2016/01/pengertian-protein-dan-jenis-struktur.html


    SUMBER : https://www.youtube.com/watch?v=omRn8pTlOCk

     
    sainsblog06 Blogger Template by Ipietoon Blogger Template